30 Maret, 2009

Menyiasati Rumah Tusuk Sate (To trick a house facing a junction)

Banyak orang menghindari rumah tusuk sate karena dianggap kurang baik. Tapi ternyata tak selalu rumah tusuk sate itu merugikan. Kalau tahu siasatnya rumah tusuk sate juga bisa menjadi sumber kebaikan.

Rumah tusuk sate acapkali dihindari oleh masyarakat umum karena dianggap membawa dampak buruk bagi penghuninya. Terlebih lagi bila letak rumah tusuk sate tersebut berada di jalan raya. Makanya, terkadang harga jual rumah ini pun lebih murah dibanding rumah lainnya.

Secara logika pada posisi tusuk sate, angin dapat masuk begitu saja ke dalam rumah dan membawa debu jalanan yang berbahaya bagi kesehatan. Karenanya, terkadang si penghuni rumah jadi sakit-sakitan. Apabila rumah tusuk sate tersebut berada di daerah jalan raya terkadang ada pengemudi kendaraan bermotor kurang berhati-hati, sehingga kendaraan nyelonong masuk rumah tersebut.

Posisi tusuk sate sangat beragam, sebagai contoh posisi tusuk sate yang berada di belakang rumah, ibarat ditikam dari belakang. Oleh karena itu ketika membeli rumah jangan hanya melihat dari bagian depan rumah saja yang berada di posisi tusuk sate, namun perhatikan juga bagian belakangnya.
Bagaimana jika rumah yang Anda miliki berada pada posisi tusuk sate?
“Posisi tusuk sate adalah posisi sha qi yang berarti hawa pembunuh. Karena itu bagian eksterior dan interior rumah harus terlindungi,” ungkap Mas Dian sebagai pemerhati Feng Shui. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyiasati rumah tusuk sate.

Pertama, menanami pohon besar di area depan rumah. Tanaman dapat berfungsi sebagai penyaring udara dan sebagai pelindung rumah dari tertabrak kendaraan. Selain itu bisa juga dipasangi cermin. Hal ini berguna pada rumah tusuk sate yang berada di daerah jalan raya yang sering dilalui oleh kendaraaan. Cermin berguna bagi pengguna jalan untuk mengetahui situasi di jalan tersebut.

Kedua, di bagian eksterior, pagar depan rumah sebaiknya dibangun tembok. Hal ini berguna untuk mengurangi debu-debu jalan yang terbawa ketika angin berhembus. Ketiga, mengubah posisi beberapa pintu. Posisi pintu depan rumah sebaiknya diubah ke sebelah kiri atau kanan. Hal ini berguna untuk mengurangi debu atau angin yang menerobos masuk rumah Anda.

Posisi pintu dapur yang terhubung dengan garasi juga harus diubah. Hal ini karena dapur adalah faktor kebahagiaan rumah tangga dan keuangan. Oleh karena itu dapur tidak boleh langsung terbuka menghadap ke jalan. Sebaiknya posisi pintu dapur diubah agar tidak langsung menghadap ke jalan. Untuk menjaga kesehatan si pemilik rumah, posisi pintu kamar pun harus diperhatikan. Karena pintu kamar yang menghadap ke jalan sangat berbahaya bagi kesehatan si pemilik rumah.

Meski kurang baik sebagai tempat tinggal, posisi tusuk sate sebenarnya sangat menguntungkan. Sebab posisi tusuk sate yang tepat di depan jalan akan mudah terlihat dari segala arah, sehingga sangat strategis untuk digunakan sebagai tempat usaha.

Hal yang terpenting bagi Anda, penghuni rumah tusuk sate adalah menciptakan kenyamanan dan keharmonisan pada ruang gerak Anda, baik di dalam rumah maupun di halaman rumah. Jika kondisi seperti ini tercipta, hawa jahat pun enggan singgah di rumah, sehingga Anda pun bisa hidup dengan bahagia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar